Jun 4, 2009

i'm skutic owner


Jun 3, 2009

Bandar Lampung Raih Adipura

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Bandar Lampung mendapat predikat sebagai kota besar terbersih. Informasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.B-69/Dep II/LK/06/2009. SK tersebut ditandatangani Deputi Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan Hidup Moh. Gempar Adeham, tanggal 1 Juni 2009.

Kepala Bagian Humas Kota Bandar Lampung Zainuddin, saat dihubungi, Selasa (2-6), mengatakan Wali Kota diminta hadir dalam penyerahan penghargaan anugerah Adipura pada 5 Juni. Anugerah Adipura akan diserahkan langsung Presiden di Istana Negara, pukul sembilan.



Demikianlah petikan berita Harian Lampung Post terbitan Rabu (3/6). Berita gembira ini sepatutnya mendapat apresiasi yang baik mengingat sudah sekitar 14 tahun yang lalu Piala Adipura 'mampir' ke Lampung khususnya Bandar Lampung.

Tetapi apakah benar Bandar lampung layak mendapatkan Adipura? itu yang menjadi pertanyaan saya, jika dilihat dari segi kebersihan, keindahan termasuk tata kotanya. Selain itu masih ada hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian pemerintah kota, seperti belum adanya upaya memerangi sampah plastik yang sangat berbahaya bagi lingkungan, belum seriusnya penanganan Program Kali Bersih (prokasih)dan belum diperhatikannya penanganan sampah yang meliputi tiga aspek penting Lingkungan Hidup yakni bidang Daur Ulang (Recicle), Pengurangan Sampah (Reduce) dan Penggunaan Kembali (Re Use) sehingga jika hal-hal tersebut lebih diperhatikan, maka pengendalikan masalah sampah akan lebih optimal.

Semoga saja penghargaan ini dijadikan sebagai motifasi untuk membudayakan budaya bersih di kota Bandar lampung dan menumbuhkan kesadaran bersama untuk tetap mempertahankan kota Bandar Lampung sebagai kota bebas sampah, dengan demikian mari kita aplikasikan makna adipura dalam keseharian kita terkait dengan masalah kebersihan sehingga Adipura tidak sekedar menjadi simbol namun adipura tetap tumbuh sebagai makna yang terrealisasikan dalam tindakan nyata, karena semua adalah tanggung jawab kita bersama.

Jun 2, 2009

Buras go Blogging

Bagi warga Lampung, siapa tidak mengenal H. Bambang Eka Wijaya Pemimpin Umum Lampung Post yang pernah mendapatkan penghargaan Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis kolom paling produktif tanpa jeda dari 20 Mei 1998 hingga kini. Penghargaan MURI No. 2748/MURI/VIII/2007 diperoleh Bambang lewat kolom Buras yang diserahkan Direktur MURI Paulus Pangka di Rumah Makan Bukit Randu, Bandar Lampung pada tahun 2007 silam.

Bambang Eka Wijaya, yang mengawali karir jurnalistiknya di Harian Waspada Teruna (Medan), kemudian beralih ke Harian Sinar Indonesia Baru (Medan) mengatakan bahwa tulisannya di kolom "Buras" itu meliputi berbagai sisi kehidupan manusia, Seperti lazimnya kolom yang ditulis wartawan, Buras yang dikemas dalam gaya bertutur kerap berisi kritik.

Saat ini selain dapat ditemukan di SKH Lampung Post baik yang diterbitkan secara cetak maupun online, kolom buras juga bisa dinikmati dalam bentuk lain yaitu blog, entah sudah berapa lama "Buras" telah meramaikan ranah perblog-kan di dunia maya, namun yang pasti hari ini adalah untuk pertamakalinya saya temukan blog buras lewat linknya di Lampung Post.

Untuk itu saya ucapkan selamat atas kehadirannya blog buras ....!!

Jun 1, 2009

HENDRIANSYAH JUARA SUPERSPORTS 600CC

Ajang balapan motor besar, Supersport dan GP Mono seri kedua yang digelar di Sentul International Circuit hari minggu (30/5), berlangsung ditengah cuaca yang sangat terik, tetapi tidak mengurangi semangat para biker untuk memberikan penampilan terbaik mereka.

Pada ajang kali ini yang memperlombakan 5 kelas, yaitu: Superbike~Superport 600, GP Mono 250cc, Sport FFA 250cc, Sport 250 cc 4 Langkah dan Sport 150 cc 2 Langkah diikuti oleh pembalap-pembalap papan atas, seperti Hendriansyah, M. Fadli, Harlan Fadillah, Ahmad Jayadi, Matteo Guirinoni, M. Dwi Satria S., Wahyu Widodo dan banyak pembalap muda lainnya.

Pada kelas GP Moto 250 cc yang memperlombakan motor satu merk Moriwaki produksi Jepang, M. Dwi Staria S (DKI Jakarta) berhasil keluar sebagai Juara Pertama dengan catatan waktu 20.47.518, diposisi kedua Wahyu Widodo (Jabar) mencatat waktu 20.478.955 dan Rey Ratukore (DKI Jakarta) diposisi ketiga dengan catatan waktu 21.01.355.

Sedangkan pada kelas Superbike dan Supersports 600 cc, pembalap Matteo Guirinoni yang sudah malang melintang di ajang kelas Superbike nasional, berhasil keluar sebagai Juara Pertama pada kelas Superbike dengan catatan waktu 24.07.331, diposisi kedua Yustinus dengan catatan waktu 24.11.690 dan diposisi ketiga Arie Yuwono dengan waktu 24.53.864.

Sementara itu dikelas Supersports 600 cc, pembalap yang mendapat julukan Dewa Road Race Indonesia, Hendriansyah berhasil mencapai garis finish pertama dengan catatan waktu 23.44.404, diposisi kedua M. Fadli dengan catatan waktu 23.45.248 dan ketiga Harlan Fadillah dengan catatan waktu 24.14.986.

Pada kelas Sport FFA 250cc, Nico Julian Chandra keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 14.54.570, diposisi kedua Steven Budiman dengan catatan waktu 14.54.827, dan ketiga Tommy Patria dengan catatan waktu 14.54.928.

Kelas 250 cc 4 Langkah yang merupakan balapan satu merk Kawasaki, Riki Septian Maulana meraih podium pertama dengan catatan waktu 15.17.726, diposisi kedua Dellu Agung dengan catatan waktu 15.17.787, dan diposisi ketiga Gogor Ristanto dengan catatan waktu 15.18.822.

Di kelas Sport 150 cc 2 Langkah, yang juga balapan satu merk Kawasaki, pembalap Nico Julian Chandra berhasil meraih posisi pertama dengan waktu 14.55.067, diposisi kedua Steven Budiman (14.55.098) dan ketiga Tommy Patria (15.02.098).

SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT

May 27, 2009

De' Tshirt